SELAMAT ULANG TAHUN NAK!!!!



ASSTAGFIRRULALOH HAL ADZIM

Malam ini Saya selaku orang tua patut di salahkan atas kelalaian terhadap tanggung jawab sebagai seorang ayah dari putra ku Rizqi/kiki. hari demi hari berjalan tanpa memberi peringatan jika tidak dari diri sendiri yang memberi alarem akan terus terlena oleh waktu yang terus berjalan meninggalkan kita. Hari ini pukul 00.30 adalah 5 Ramadhan 1431 Hijriyah. sedari lepas berbuka puasa sore tadi perasaan ganjil meliputi diriku.

            Anaku Rizqi atau yang akrab di sapa kiki seakan tak mau ditinggal kan ke surau untuk melaksanakan ibadah tarawih di mushola depan rumah kami. malam ini, bertepatan saya mendapat giliran untuk Kultum di masjid Baiturahman seperti tahun tahun sebelumnya, namun entah kenapa sengaja saya tak tunaikan jadwal itu. dan saya putuskan untuk sholat taraweh di mushola Al-hidayah.
            Sepulang dari taraweh kiki sudah menghadang di depan pintu untuk menyambut kedatanganku. saat itu perasaan masih biasa saja. kiki saya biarkan main korek api dengan ibunya, ia minta di hidupkan korek api bensol oleh ibunya dan ia yang meniupnya sampai beberapa kali. hingga pada akhirnya menangis karna ibunya kuatir tangannya kiki tersulut api dari korek tersebut.
dari kejadian itu saya masih tidak perdulikan anakku dan saya tinggalkan untuk melihat hasil uploudtan vidio pak maskut sewu kuto ke youtube di komputer studio rumah pak maskut.
beberapa saat setelah uploudtan berhasil, kembali saya tengok anakku sambil bermagsut untuk mengambil rokok Rawit kesukaanku.
melihat aku akan kembali ke studio kiki merengek ingin ikut dengan ayahnya. dan akhirnya saya gendong kestudio. di depan komputer saya putarkan rekaman kiki setahun lalu saat di mandikan oleh ibunya. ber maksud supaya ia tertidur di pangkuanku sambil saya putarkan lagu nasid swolawatan menggunakan headset di kedua telinganya.
namun hingga sekian lama ia tak kunjung terlihat kantuk dan masih minta diputarkan vidio azan, hingga ibunya menyusul untuk mengajaknya tidur. Namun hingga berjam jam kiki tak mau diajak ibunya segera tidur, malah mengajak ayahnya bermain pasir di dalam rumah dan sesekali minta untuk bermain pasir di teras depan.
Hingga 3 jam kiki tak ada tanda tanda kantuk untuk segera menyusul ibunya tidur, berbagai cara aku lakukan untuk membujuknya ia mau tidur bersama ibu dan ayahnya.
Suara Tadarus malam itu sudah mulai berhenti sekitar pukul setengah 12 malam, namun kiki belum juga mau di bujuk untuk tidur dan malah menangis jika ayahnya tak mau diajak bermain pasir bersamanya. Terdengar suara tadarus di mushola depan sudah tidak menggunakan speker, akhirnya kubujuk ia untuk kemushola dengan  harapan dapat terlelap dan tertidur disana. 
                  Namun hingga tadarus selesai kiki masih tak mau tidur dan akahirnya saya bawa pulang dan minta untuk ditemeni nonton TV. ku turuti ia nonton TV dengan harapan dapat tertidur didepan Tv. Namun hingga Pukul 12.00.Wib. Kiki belum mau tidur dan malah minta yang aneh-aneh seperti minum, ambilkan roti, minta krupuk dll. jika tidak dituruti segera, ia tak segan menangis sekeras kerasnya.
ibunya segera bangun untuk membujuknya segera tidur, manun anehnya ia tak mau lepas dari gendongan ayahnya seperti tak mau lepas dari gendonganku. semakin di bujuk semakin keras ia menangis. siembok dan bude murni ikut berusaha menenamgkan namun malah menjadi jadi tangisnya, suaranya makin keras dan meronta ronta seperti bukan keinginannya sendiri. sampai terlihat dari jauh tetangga pada melihat namun enggan mendekat karena sudah cukup malam wajar saja jam sudah menunjukan pukul 12.00  lebih. 
pikiran yang macam-macam timbul dari semua yang ikut menenangkan kiki malam tadi, sampai berpikiran untuk memanggil seseorang yang bisa mendo'a-do'akan untuk datang menenangkan putraku.
Sambil masih di gendonganku karna tak seorangpun termasuk ibunya yang ia mau ikuti. tiba-tiba ia melihat pada saklar listrik yang sudah rusak tertempel didinding, ia minta untuk didekatkan dan tanganya meraih tombol saklar seperti akan menghidupkan atau mematikan lampu neon. 
dari bermain saklar tersebut ia mulai sedikit tenang, untungnya saklar tersebut sudah rusak dan tidak ada lagi aliran listrik, namun ia kembali melihat saklar yang lainnya yang masih aktif untuk menghidupkan lampu ruang tamu. dengan berhati hati saya turuti untuk menekan tombol saklar tersebut hingga lampu ruang tamupun mati. usai lampu di matikan ia minta TV pun di matikan. dari situ belum juga ada tanda tanda ia tenang ia masih saja menangis histeris jika ada yang tidak sesuwai dengan keinginanya. saklar jurusan dapur sekarang yang ia incar, karena takut kesetrum, embah buyutnya melarang untuk memainkan saklar tersebut meski saya sudah menggunakan sandal. 
terjadi perdebatan sedikit antara saya, embok dan istriku tentang hal ini. tujuanku hanya gimana kiki bisa terhibur dan akhirnya terlelap tidur, tapi istri dan embok takut jika setrum di saklar tersebut menyengat kiki. melihat hal tersebut kiki tambah kencang nangisnya. sambil saya ajak berjalan kedapur, saya tawari ia minum air putih dan akhirnya ia menuruti. usai minum, terlihat ia sudah nampak letih di wajahnya  dan memerah serta sayu kedua matanya. dan Alhamdulilah ia sudah mau mencari ibunya untuk minta di gendong, tak beberapa lama diayunan gendongan istriku kiki mulai memejamkan mata dan tertidur meski napasnya masih tersendat sendat karna isak tangis yang masih terasa.
Melihat putraku sudah tertidur pulas legalah hati kami, Namun pertanyaan mulai timbul di benak ini ada apa sebenarnya di balik tingkah kiki yang sulit di pahami malam ini?.......
         Sambil berjalan menuju Studio kembali, terlintas di pikiranku teringat 2 tahun Silam, Persis di malam ini Kiki saya tinggalkan untuk mengisi KULTUM Ramadhan  di masjid Baiturrahman 5 Hari Romadhan 1429 Malam ke 6 taraweh yang bertepatan Pas Sore Harinya pukul 5, kiki lahir di dunia ini. SUBHANALLAH "MAHA SUCI ALLAH".Terjawab Sudah Jadi Pukul 5 tadi, dan bertepatan kembali dengan jadwal Kultum yang di berikan oleh takmir masjid Baiturrahman 2 tahun silam adalah HARI KELAHIRAN PUTRA KU " RIZQI PRAMESWARA RAMADHAN SALAHUDDIN AHMAD".

MAAFKAN AYAHMU NAK!!.
 MALAM INI PUKUL 01:26 AYAH MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN SEMOGA MENJADI ANAK YANG BERGUNA BAGI BANGSA, NEGARA, DAN AGAMA.
Share on Google Plus

About Lampung Channel Televisi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.