SURAT BUAT MAHARANI

Tiba-tiba malam ini aku memimpikan wajahmu, wajah pernah mengisi hidupku, yang telah lama aku tinggalkan, sedang bersedih.

lima tahun yang lalu, aku putuskan untuk tidak lagi mengharapkan dirimu, aku tidak sakit hati, benar aku tidak sakit hati. keputusan ini kuambil karena aku tidak ingin kau dimarahi orang tua mu sayang, saat itu kamu menangis mengiringi kepergiaanku, dan itulah kali terakhirnya aku bertemu dirimu sayang.

1 Syawal 1429 Hijriyah, saat itu aku keluar dari rumahmu dengan perasaan yang bimbang sayang, aku tidak percaya orang tuamu akan bersikap demikian, aku sedih sayang .. sangat sedih, kesederhanaanku tidak disambut baik oleh kedua orang tuamu, saat itu pekerjaan ku memang tak menjanjikan, tapi bukan berarti ku tidak punya masa depan.

aku bisa membuktikannya kini sayang, aku tidaklah seburuk yang orang tuamu pandang, aku setidaknya kini dapat hidup nyaman dengan seorang buah hati yang rupawan dan pendamping hidup yang ku sayang, tapi aku sedih seharus engkau yang mendampingiku kini, tapi nasib berkata lain.

jika saja orang tua mu bisa sabar sayang, maka akan aku buktikan keseriusanku, aku ingin bertemu denganmu, mana mungkin aku bisa melupakanmu, kamu yang pertama, yang hari-hari kita selalu lewati berdua, tapi aku masih ragu untuk bertemu kedua orang tuamu, ucapannya dulu selalu terngiang ditelingaku.

ku sadar kini engkau telah memiliki pendamping yang setia yang sesuai dengan harapan orang tuamu, aku turut berbahagia, kini engkau mungkin telah mendapat seorang putera yang gagah, tapi itu bukan putraku, aku jadi sedih.

harapanku hanya satu, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu.
Share on Google Plus

About Lampung Channel Televisi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.