PT Waskita karya Tawarkan Sistem Sewa kepada Warga Kibang Budijaya

 
Suasana sosialisasi sistem sewa kompensasi jalan tol lintas Sumatera di balaiTtiyuh Kibang Budijaya, Kamis (5/10/2017). (Foto:Lampost/A.Sobirin)

PT Waskita karya Tawarkan Sistem Sewa kepada Warga Kibang Budijaya

PANARAGAN (Lampost.co)--Meski telah mendapatkan jaminan secara pribadi dari komisaris polisi, Yuliansyah selaku tim pengamanan dari Ditpam Obvit Polda Lampung, ke-39 warga pemilik lahan terdampak pembangunan Tol lintas Sumatera zona satu masih enggan menerima kompensasi sementara sistem sewa lahan sebelum proses pembayaran uang ganti kerugian dilakukan oleh pemerintah kepada pemilik lahan.
Hal tersebut terungkap usai acara sosialisasi dan musyawarah antara warga dan pihak PT Waskita Karya (Persero) Tbk. selaku penanggung jawab pengerjaan jalan Tol di wilayah Kecamatan Lambukibang tersebut.
Acara digelar di balai Tiyuh Kibang Budijaya dan dihadiri oleh tim pengamanan Polda Lampung, TNI, Camat Lambu Kibang, dan kepala tiyuh setempat.
"Saya sudah berpengalaman dalam proses UGR, semua dibayar oleh pemerintah tapi sifatnya bertahap tidak sekaligus, makanya saya berani menjamin jika warga masih ragu," ujarnya.
Keraguan warga Kibang Budijaya menerima sistem sewa tersebut dibenarkan oleh kepala tiyuh setempat, Tobroni kepada lampost.co mengatakan.
 "Secara pribadi saya tetap berharap warga dapat membantu pemerintah mempercepat pembangunan Tol, namun semua kami kembalikan kepada masyarakat setuju atau tidaknya, karena mereka yang punya hak," kata Tobroni.
Sementara itu, dari pihak PT Waskita Karya membenarkan jika sebelumnya tidak ada sistem sewa yang berlakukan kepada pemilik lahan sebelum proses pengerjaan dilakukan, hal ini di terapkan dalam rangka percepatan penyelesaian target pembangunan Tol hingga batas akhir pada bulan April tahun 2018 mendatang.
"Ini kami tawarkan sebelum UGR turun, agar kita bisa cepat mengerjakan nya makanya kita buat sistem sewa, dan hari ini agendanya memberikan pengarahan sekaligus musyawarah dengan pemilik lahan, yang bersedia akan segera dihitung sesuai luas lahan dan tanam tumbuhnya, dan yang tidak mau silahkan kami tidak paksakan hal itu," ujar Suwandi.
Dalam pertemuan terbuka tersebut pihak PT Waskita juga merilis harga sewa sesuai dengan tanam tumbuh yang terdapat di lahan tersebut diantaranya h
Harga sewa pohon karet, sawit produktif Rp10 ribu, karet, sawit bibit Rp3 ribu, pohon hutan besar Rp10 ribu, pohon hutan kecil Rp5 ribu, pohon abasia, sengon, mahoni besar Rp10 ribu, singkong umur 9 bulan Rp4 juta/ha, singkong 5 bulan Rp3 juta/ha dan singkong umur 3 bulan dihargai Rp2 juta/ha.
Share on Google Plus

About Lampung Channel Televisi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.